Jumat, 15 Januari 2016

Simple Polipropilen Dress



KARYA TULIS ILMIAH
PEMANFAATAN SAMPAH ANORGANIK (GELAS AIR MINERAL) MENJADI SIMPLE POLIPROPILEN DRESS






CANTIKA P. R. J. PELLO
NUR RAIHANI
PASKALIA FEBRYANTI










POLTEKKES KEMENKES KUPANG
JURUSAN KEBIDANAN
2014



KATA PENGANTAR
            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis berhasil menyelesaikan karya tulis ilmiah ini dengan baik.
Pada kesempatan ini penulis patut menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1.      Ibu Dewa Ayu Putu Mk, SST, M. Kes yang telah membimbing penulis dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini.
2.      Keluarga penulis yang telah memberikan dukungan dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini.
3.      Kak Fransiska Naur yang telah membantu memberikan ide desain gaun.
4.      Kawan-kawan terkasih yang telah membantu, mendukung, dan menemani penulis selama pembuatan KTI, Liyani  Wuyo, Ani Amin, Martha Leba, Kak Lita Araujo, Megi Boru, Ni Wayan Asty.
5.      Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, penulis hanya bisa berdoa semoga jasa dan budi Bapak/Ibu, saidara/I sekalian mendapatkan pahala yang setimpal dari DIA yang hidup dan menghidupkan.
Akhirnya dengan kerendahan hati dan dilandasi dengan suatu kesadaran bahwa karya tulis ilmiah ini masih jauh dari harapan semua pihak yang membutuhkan informasi seputar permasalahan ini, maka penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat konstruktif. Semua ini penulis harapkan demi penyempurnaan karya ilmiah ini dan demi masa depan pendidikan yang lebih baik.

Kupang, April 2014

Penulis


ABSTRAKSI
Judul: PEMANFAATAN SAMPAH ANORGANIK (GELAS AIR MINERAL) MENJADI SIMPLE POLIPROPILEN DRESS
Abstraksi         : Penelitian ini bertujuan mengetahui Untuk mengetahui sejauh mana proses pengelolaan sampah plastik yang dapat dilakukan di kampus Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang. Penelitan ini dilakukan di Kampus Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang di Jl. R.A Kartini RT 018/RW 008 Kelurahan Kelapa Lima , Kecamatan Kelapa Lima. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 4-16 April 2014. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan sampel sampah plastik  yaitu gelas kemasan air mineral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampah yang diolah jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan sampah yang dibakar dan dibawa ke pengepul. Hal ini dibuktikan pada hasil perbandingan jumlah rupiah yang didapatkan.. Sehingga terbukti bahwa produk yang dibuat dari hasil pengelolaan sampah gelas kemasan air mineral menguntungkan.



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Sampah adalah barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Sampah adalah salah satu masalah besar yang banyak diperbincangkan oleh masyarakat baik masyarakat awam maupun para pakar lingkungan.
Dalam bukunya, Juli Soemirat Slamet menjelaskan sampah dapat dibedakan atas dasar sifat-sifat biologis dan kimianya, diantaranya (1) sampah yang dapat membusuk, seperti sisa makanan, daun, sampah kebun, pertanian, dan lainnya; (2) sampah yang tidak membusuk, seperti kertas, plastik, karet, gelas, logam, dan lainnya; (3) sampah berupa debu/abu; (4) sampah yang berbahaya terhadap kesehatan, seperti sampah-sampah industri yang mengandung zat-zat kimia maupun fisis yang berbahaya.
Sampah yang tidak dapat membusuk disebut juga sampah anorganik, dimana sampah anorganik dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk yang lainnya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dibuat adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol, dan gelas bekas minuman. Fakta menunjukkan bahwa jumlah sampah di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal ini disebabkan jumlah populasi penduduk yang selalu bertambah setiap tahunnya. Selain itu kebutuhan penduduk yang semakin meningkat seperti penggunaan bungkusan produk plastik atau kaleng sehingga populasi sampah semakin berkembang.
Menurut program  Lingkungan PBB (UNEP) mengatakan bahwa volume sampah dunia telah mencapai 1,3 miliar per tahun (Hijauku.com). Sedangkan di Indonesia volume sampah yang muncul mencapai 38,5 juta per tahun. Dengan sampah yang dominan adalah sampah dapur diikuti dengan sampah plastik sebanyak 14%.
Begitu pula permasalahan yang ada di Kota Kupang, berdasarkan RKPD dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Kupang  tahun 2014, tingkat pelayanan persampahan di Kota Kupang secara umum belum optimal, karena kurangnya kesadaran masyarakat tentang pemilahan sampah, kurangnya sarana angkutan persampahan, pengolahan sampah pada TPA. Pada tahun 2010 volume sampah sebanyak 783,24 M3 dengan daya angkut rata-rata perhari 228 M3, atau hanya 29,11 persen, sedangkan pada tahun 2011 volume sampah sebanyak1.098 M3, dimana yang terangkutke TPA Alak hanya 174 M3 atau hanya 15,51 persen.
 Dengan begitu banyaknya sampah di Indonesia, hal yang paling sering dilakukan masyarakat adalah membakarnya. Pembakaran sampah  yang  paling berbahaya adalah pembakaran sampah plastik. Saat dibakar plastik-plastik  tersebut akan melepas gas-gas beracun. Semua gas tersebut berpotensi menyebabkan kanker (Soemarwoto Otto, 2001)
Melalui sampling dan survei yang dilakukan penulis terhadap intensitas sampah terbanyak yang terdapat di kampus Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang menunjukkan 4 dari 7 tempat sampah merupakan sampah gelas air kemasan, intensitas sampah gelas air kemasan ini menempati peringkat tertinggi kemudian disusul plastik pembungkus makanan (2 tempat sampah), kantong plastik  dan kertas (1 tempat sampah).
Dari data diatas menunjukkan bahwa banyaknya sampah plastik yang diproduksi maka semakin tinggi pula risiko  terjadinya kanker apabila sampah tersebut dibakar. Oleh karena itu, perlu adanya pemanfaatan kembali atau daur ulang sampah plastik khususnya sampah air kemasan yang dapat dijadikan produk layak jual. Sehingga timbul kreativitas penulis untuk mengolah sampah gelas air kemasan tersebut mengingat bahaya yang akan ditimbulkan apabila sampah tersebut di timbun ataupun dibakar.
Oleh karena itu, pembuatan karya tulis ilmiah ini penting untuk dapat memperoleh jalan keluar dalam permasalahan pengelolaan sampah yang ada di kampus Jurusan Kebidanan. Sehingga, penulis tertarik untuk mengambil judul “Pemanfaatan Sampah Anorganik (Gelas Air mineral) Menjadi simple Polipropilen  dress”, ini merupakan bukti nyata  produk layak jual yang dapat dinikmati manfaatnya oleh masyarakat.
1.2  Analisa Situasi
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di lokasi penelitian dan sudah dijelaskan dalam latar belakang bahwa intensitas sampah terbanyak adalah sampah gelas air kemasan (4 dari 7 tempat sampah ), plastik pembungkus makanan (2 tempat sampah ), kantong plastik dan kertas (1 tempat sampah). Dan pengolahan sampah yang dilakukan pihak kampus adalah dengan cara dibakar.
1.3  Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang dan fakta yang terdapat dalam analisa situasi di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :
1.      Bagaimana memanfaatkan sampah plastik (gelas kemasan air mineral) menjadi suatu produk kreatif  layak jual dengan nilai tinggi dan layak guna di masyarakat?
1.4   Tujuan
1.      Tujuan Umum
Untuk mengetahui sejauh mana proses pengelolaan sampah plastik yang dapat dilakukan di kampus Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang.
2.      Tujuan Khusus
·         Untuk mengetahui jenis produk yang dapat dihasilkan dari pengelolaan sampah plastik.
·         Untuk mengetahui pentingnya pengelolaan sampah plastik terutama gelas kemasan air mineral yang ada di kampus kebidanan.

1.5  Manfaat Penelitian
1.              Bagi Penulis
Sebagai pengalaman langsung dalam melakukan penulisan walaupun dalam tahap yang sangat sederhana dan dengan keterbatasan yang dimiliki oleh penulis dan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat.
2.      Bagi Mahasiswi
Dari hasil penelitian ini dapat berguna bagi mahasiswi Jurusan Kebidanan dimana mereka bisa mengembangkan kreatifitas dengan memanfaatkan barang-barang atau sampah yang ada di sekitar kampus menjadi barang yang lebih berguna.
3.      Bagi masyarakat
Hasil penulisan dan penelitian ini dapat menjadi masukan bagi masyarakat dan dapat membantu masyarakat untuk lebih teliti dan kreatif dalam memanfaatkan sampah sebagai produk yang layak dikonsumsi.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1Pengertian Sampah
Sampah ialah segala sesuatu yang tidak lagi dikehendaki oleh yang punya dan bersifat padat (Soemirat Slamet, 1996:152). Sampah juga berarti benda atau barang yang dibuang karena tidak terpakai lagi seperti daun kering, plastik, dan sebagainya (KBBI). Sedangkan FKM-UI mendefinisikan: sampah ialah sesuatu bahan atau benda yang terjadi karena hubungan dengan aktifitas manusia yang tidak dipakai lagi, tak disenangi dan dibuang dengan cara saniter, kecuali buangan yang berasal dari tubuh manusia. Jenis sampah yang ada di sekitar kita cukup beraneka ragam, ada yang berasal dari  rumah tangga, sampah industri, sampah dari pasar, sampah rumah sakit, sampah pertanian, perkebunan dan peternakan serta sampah dari institusi/kantor/sekolah dll.
2.2Pengelompokkan Sampah
Menurut Juli Soemirat Slamet sampah di bagi menjadi empat berdasarkan sifat-sifat biologis dan kimianya diantaranya
2.2.1        Sampah Yang Membusuk
     Sampah ini dalam bahasa Inggris gerbage, yaitu yang mudah membusuk karena aktivitas mikroorganisme. Pembusukan sampah ini akan menghasilkan antara lain, gas metan, gas H2S yang bersifat racun bagi tubuh. Selain beracun, H2S juga berbau busuk sehingga secara estetis tidak dapat diterima. Jadi, penumpukan sampah yang membusuk tidak dapat dibenarkan.
2.2.2        Sampah Yang Berbentuk Debu Atau Abu
     Sampah jenis ini berbentuk debu atau abu hasil pembakaran, baik pembakaran bahan bakar ataupun sampah. Samaph seperti ini tidak membusuk, tetapi dapat dimanfaatkan untuk mendatarkan tanah atau penimbunan.
2.2.3        Sampah Berbahaya
     Yang dimaksud dengan sampah berbahaya atau B3 adalah sampah yang karena jumlahnya, atau konsentrasinya, atau karena sifat kimiawi, fisika, dan mikrobiologinya (a) meningkatkan mortalitas dan morbiditas secara bermakna atau menyebabkan penyakit yang tidak reversible ataupun sakit berat yang pulih atau reversible (b) berpotensi menimbulkan bahaya sekarang maupun masa yang akan datang terhadap kesehatan atau lingkungan apabila tidak diolah, ditranspor, disimpan, dan dibuang dengan baik.
2.2.4        Sampah yang Tidak Membusuk
     Sampah jenis ini dalam bahasa Inggris disebut refuse, biasanya terdiri dari kertas-kertas,  plastik, logam, gelas, karet, dan lainnya yang tidak dapat membusuk atau sulit membusuk. Sampah ini apabila memungkinkan sebaiknya didaur ulang sehingga dapat bermanfaat kembali baik melalui suatu proses atau secara langsung. Apabila tidak dapat didaur ulang maka diperlukan proses untuk memusnahkannya, seperti pembakaran.
Sampah plastik merupakan sampah yang berasal dari bahan plastik yang dapat didaur ulang. Contoh sampah plastik itu seperti bungkus makanan ringan, bungkus detergen, botol air mineral, gelas air mineral, dan lain-lain. Untuk gelas kemasan air mineral itu sendiri terbuat dari jenis plastik PP (Polipropilen) atau yang biasa disimbolkan dengan angka 5 yang merupakan jenis terbaik yang bisa dimanfaatkan sebagai kemasan makanan/minuman. Plastik jenis ini lentur namun kuat, mampu mencegah reaksi kimiawi serta tahan minyak dan panas (uniqpost.com).  Hampir setiap orang pasti tidak akan terlepas dari yang namanya bahan plastik dalam aktivitasnya sehari-hari. Hal ini dikarenakan sifat-sifat bahan plastik yang membuatnya sulit tergantikan dengan bahan lainnya untuk berbagai aplikasi khususnya dalam kehidupan sehari-hari mulai dari kemasan makanan, alat-alat rumah tangga, mainan anak, elektronik sampai dengan komponen otomotif. Oleh karena penggunaan bahan plastik lebih banyak dipakai oleh masyarakat tidak heran sampah plastik yang dihasilkan pun jumlahnya banyak. (tambah bahan baku pembuatan gelas plastik)

2.3Bahaya Sampah Plastik bagi Kesehatan dan Lingkungan
                 Bahaya yang dapat ditimbulkan dari adanya sampah  plastik diantaranya pencemaran lingkungan. 
2.3.1 Pencemaran tanah
        Sampah padat yang bertumpuk banyak tidak dapat teruraikan oleh makhluk pengurai dalam waktu lama akan mencemarkan tanah (A.  Tresna Sastrawijaya, 2000:73). Apabila sampah plastik ditimbun dalam kurun waktu yang lama dapat mengganggu proses penyerapan air oleh akar tumbuhan sehingga memperlambat laju pertumbuhan tanaman. Selain itu, sampah plastik yang dibiarkan begitu saja dapat menjadi sarang nyamuk apabila tergenang air.
        Efek tidak langsung lainnya berupapenyakit bawaan vektor yang berkembang biak di dalam sampah. Sampah bila ditimbun sembarangan dapat dipakai sarangan lalat dan tikus. Seperti kita ketahui, lalat adalah vektor berbagai penyakit perut. Demikian juga halnya dengan tikus, selain merusak harta benda masyarakat, tikus juga sering membawa pinjal yang dapat menyebabkan penyakit Pest (Juli Soemirat Slamet, 1996:155).
2.3.2 Pencemaran Udara
Menurut Arim C. Setya dalam Karya Ilmiahnya dijelaskan bahwa  pembakaran  plastik  menghasilkan  salah  satu  bahan  paling  berbahaya  di  dunia, yaitu  Dioksin.  Dioksin  adalah  salah  satu  dari  sedikit  bahan  kimia  yang  telah  diteliti  secara  intensif  dan  telah  dipastikan  menimbulkan  Kanker.  Bahaya  dioksin  sering disejajarkan  dengan  DDT,  yang  sekarang  telah  dilarang  di  seluruh  dunia.  Selain  dioksin,  abu  hasil  pembakaran  juga  berisi  berbagai  logam  berat  yang  terkandung  di  dalam  plastik.
2.3.3        Pencemaran Air
Sampah plastik apabila dibuang pada saluran-saluran air dapat menyebabkan penyumbatan sehingga terjadi banjir.
2.4      Pengelolaan Sampah
Dalam pengelolaan sampah plastik, penulis menerapkan sistem 3R. Alamendah menjelaskan 3R yaitu ; Reuse, Reduce dan Recycle. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Dan Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat ()


BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian
       Penelitian dilakukan pada
       Hari/tanggal         : 4-16  April 2014
       Tempat                 : Jl. R.A Kartini RT 018/RW 008 Kelurahan Kelapa Lima , Kecamatan Kelapa Lima.
3.2  Populasi dan Sampel
Populasi  : Populasi dalam penelitian ini adalah berbagai jenis sampah yang ada di Kampus Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang Jl. R.A Kartini RT 018/RW 008 Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima.
Sampel       :Sampel dari penelitian ini adalah sampah plastik  yaitu gelas kemasan air mineral.
3.3 Prosedur Penelitian
3.3.1 Alat dan Bahan
            Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam penelitian ini antara lain; gunting, jarum, pensil, mistar, pisau/cutter,  pita meter, mesin jahit, sampah gelas kemasan air mineral, sampah botol minuman bersoda, air, sabun cuci piring, pewarna ( pilox ), kain kordi warna coklat keemasan dan putih, resleting, dan benang.
3.3.2 Langkah-langkah Penelitian
                 Prosedur penelitian menggunakan langkah-langkah sebagai berikut.
·         Penggambaran desain gaun yang akan dibuat 
·         Pemilihan gelas kemasan air mineral di tempat sampah kampus dan sekitar kampus
·         Pengupasan bagian penutup gelas
·         Pembersihan gelas kemasan air mineral dan botol kemasan minuman bersoda menggunakan sabun cuci piring dan dibilas dengan air bersih
·         Penjemuran gelas kemasan air mineral dan botol kemasan minuman bersoda di bawah terik matahari
·         Pengguntingan bagian atas gelas air mineral
·         Pengguntingan gelas air mineral menjadi dua bagian sama besar
·         Pengguntingan bagian dasar botol minuman bersoda hingga berbentuk bunga
·         Pewarnaan gelas air mineral dan dasar botol yang sudah digunting menggunakan pilox berwarna merah, kemudian diangin-anginkan selama ± 5 menit
·         Pengukuran baju pada tubuh model
·         Penggutingan pola berdasarkan ukuran tubuh model kemudian mulai proses penjahitan
·         Setelah gaun selesai dijahit dilanjutkan dengan proses pembuatan rok menggunakan gelas kemasan air mineral yang sudah diwarnai
·         Proses pembuatan rok dilakukan dengan cara menjahit gelas kemasan air mineral
·         Setelah pembuatan gaun selesai dilanjutkan dengan menempelkan dasar minuman bersoda sebagai bros pada bagian dada kiri atas
·         Gaun siap digunakan

3.4 Definisi Operasional        
Tabel 3.1 Definisi  Operasional

Definisi Operasional
Kategori
Sampah Plastik
Sampah yang berasal dari bahan plastik PP (Polipropilen) atau yang biasa disimbolkan dengan angka 5 yang merupakan jenis terbaik yang bisa dimanfaatkan sebagai kemasan makanan/minuman. Plastik jenis ini lentur namun kuat, mampu mencegah reaksi kimiawi serta tahan minyak dan panas
Utuh dan Bagian dasarnya berbentuk bulat
Produk (Gaun dari sampah kemasan gelas air mineral)
Gaun berbahan dasar kain kordi yang dipadukan dengan gelas kemasan air mineral di bagian bawah gaun.
Baik

3.5 Evaluasi
                 Dari hasil pengerjaan yang peneliti lakukan, pengelolaan sampah (gelas air  kemasan) yang dilakukan dengan sistem 3R yaitu reuse, reduce, dan recycle dapat menghasilkan produk yang layak jual seperti simple polipropilen dress, yaitu gaun berbahan dasar kain kordi yang dipadukan dengan gelas kemasan air mineral.  Gaun ini dapat dipasarkan dan menarik perhatian masyarakat sebagai konsumen karena gaun ini memiliki beberapa keunggulan diantaranya unik, bermode, bahan mudah didapat, sederhana, dan memiliki nilai jual tinggi.      
3.6 Perincian Dana
            Rencana biaya penelitian yang diperlukan sepenuhnya ditanggung oleh peneliti dengan rincian sebagai berikut:
Ø  Kain kordi warna keemasan  : Rp. 25.000
Ø  Kain kordi warna putih          : Rp. 20.000   
Ø  Biaya penjahitan                    : Rp. 100.000
Ø  Pilox (pewarna)                      : Rp. 40.000
Ø  Benang dan Jarum                 : Rp. 3.500
Total    : Rp. 188.500
3.7 Tim Peneliti 
                 1. Pembina : Dewa Ayu Putu MK, SST, M. Kes
                 2. Pelaksana: - Cantika P.R.J Pello
                                        - Nur Raihani
                                        - Paskalia Febriyanti

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian
                 Hasil penelitian ini dapat dilihat dengan membandingkan pendapatan yang diperoleh jika sampah gelas kemasan air mineral dibakar, dibawa ke pengepul, dan diolah menjadi produk layak jual. Dari penelitian tersebut peneliti memperoleh hasil sebagai berikut.
Tabel 4.1 Perbandingan Keuntungan
Tindakan
Jumlah Kemasan Yang Diperlukan
Pendapatan
Dibakar
0 - ∞
Rp 0,-
Dibawa ke pengepul
200-300 kemasan ( ± 1 kilogram)
Rp 7000,-
Diolah menjadi produk layak jual (simple polipropilen dress)
130-140 kemasan
Rp 61.000,- sampai Rp 161.000,-

4.2 Pembahasan
                 Dari data perbandingan di atas, penulis dapat menganalisis bahwa sampah yang diolah jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan sampah yang dibakar dan dibawa ke pengepul. Hal ini dibuktikan pada hasil perbandingan jumlah rupiah yang didapatkan.
                 Rupiah yang didapatkan jika dibakar adalah Rp 0,- hal ini dikarenakan sampah yang dibakar akan musnah dan menjadi tidak berguna, bahkan dapat menimbulkan efek yang tidak baik bagi kesehatan.
                  Rupiah yang didapatkan jika sampah dibawa ke pengepul adalah Rp 7000,-. Ini didapatkan dengan perhitungan sebagai berikut :
       1 kg sampah kemasan gelas air mineral = 200-300 gelas
       1 kg sampah kemasan gelas air mineral = Rp 7000,-
                 Rupiah yang didapatkan jika sampah diolah menjadi produk layak jual seperti simple HDPE dress adalah Rp 250.000,- sampai Rp  300.000,-.  Ini didapatkan dengan perhitungan sebagai berikut:
       Modal awal :
Ø  Kain kordi warna keemasan  : Rp. 25.000
Ø  Kain kordi warna putih          : Rp. 20.000   
Ø  Biaya penjahitan                    : Rp. 100.000
Ø  Pilox (pewarna)                      : Rp. 40.000
Ø  Benang dan Jarum                 : Rp. 3.500
Total    : Rp. 188.500
                 Dari modal tersebut peneliti dapat menjual simple HDPE dress dengan kisaran harga Rp 250.000,- sampai Rp 300.000,-. Sehingga keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 61.000 sampai Rp 161.000, lebih besar jika dibawa ke pengepul. Keuntungan akan lebih besar diperoleh apabila biaya penjahitan tidak ada atau dijahit oleh masyarakat.

BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
     Sampah gelas kemasan air mineral yang terdiri dari unsur polipropilen dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis seperti simple polipropilen dress dan dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan pengolahan dalam rangka mengurangi populasi sampah plastik yang ada di sekitar kampus Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Kupang, serta produk yang dihasilkan dengan mengolah sampah ini memiliki nilai ekonomis. Hal ini dapat di lihat dengan produk yang dihasilkan ketika mengolah sampah gelas air kemasan menjadi gaun.
5.2 Saran
            Saran yang dapat disampaikan untuk  penelitian ini adalah  :
1.      Masyarakat dapat menggunakan penelitian ini sebagai alat dan cara untuk dapat mengurangi populasi sampah serta memanfaatkan sampah di sekitar lingkungan tempat tinggal menjadi produk layak guna.
2.      Para peneliti dapat memanfaatkan penelitian ini sebagai bahan  dan  acuan dalam melakukan penelitian lebih lanjut tentang bagaimana mengolah sampah plastik (gelas kemasan air mineral) menjadi produk layak jual dan layak guna.

DAFTAR PUSTAKA

RKPD Kota Kupang. 2014. Badan Perencanaan pembangunan Daerah
Sastrawijaya, A. Tresna. 2000. Pencemaran Lingkungan. Jakarta: Rineka Citra
Slamet, Juli Soemirat. 1996. Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Soemarwoto, Otto. 2001. Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Djambatan
Alamendah. 2010. 3R (Reuse Reduce Recycle) Sampah. http://alamendah.wordpress.com/2010/07/01/3r-reuse-reduce-recycle-sampah/Diakses pada tanggal 7 April 2014
Badriyah, Umi. 2013. Usaha Daur Ulang Sampah Plastik. http://umibadriyah.blogspot.com/2012/12/usaha-daur-ulang-sampah-plastik-yang.html diakses pada tanggal 07 april 2014
Setya, C. Arim.2012. KaryaIlmiah Remaja Tentang Sampah di Indonesia. http://arimcsetyavengeance.blogspot.com/. Diakses 7 April 2014
Uniqpost. 2012.http://uniqspot.com/33990/mengenal-simbol-kode-jenis-plastik-dan-bahayanya/. Diakses pada tanggal 7 April 2014


Lampiran
Gambar tahap pewarnaan gelas air mineral
Gambar Penjahitan Gelas yang telah di warnai

Gambar Simple Polipropilen Dress (tampak depan)

Gambar Simple Polipropilen Dress (tampak belakang)



1 komentar: