KOK
BISA SELAMA HAMIL SEORANG WANITA NGGAK MENGALAMI YANG NAMANYA MENSTRUASI??
Kehamilan adalah adalah masa ketika seorang wanita membawa embrio atau fetus
di dalam tubuhnya (Astuti, 2011). Tentu kita semua tahu salahs atu tanda tidak
pasti hamil adalah tidak terjadi menstruasi (Amenorhea), tapi apa kalian tahu
dengan pasti penyebabnya? Yuk sama-sama belajar!
Pertama-tama pahami dulu apa itu
ovulasi, ovulasi adalah proses pengeluaran sel telur dari indung telur. Ovulasi
biasanya terjadi kira-kira 14 hari sebelum menstruasi yang akan datang, dengan
kata lain, diantara dua haid yang berurutan, indung telur akan mengeluarkan
ovum, setiap kali satu dari ovarium kanan dan lain kali dari ovarium kiri.
Setelah ovulasi
sel-sel granulosa dari dinding folikel mengalami perubahan dan mengandung zat
warna yang kuning disebut lutein sehingga folikel yang berubah menjadi butir
telur yang kuning disebut korpus luteum yang mengeluarkan hormon estrogen dan
progesteron (Oya, apa kalian tahu apa itu sel granulosa? Sel granulosa adalah sel kuboid yang membentuk
penghalang di sekitar folikel oosit dalam ovarium. Saat folikel matang, sel-sel
granulosa berkembang biak untuk membentuk banyak lapisan sekitar oosit). Bila
terjadi konsepsi korpus luteum menjadi korpus luteum graviditatum dan bila tak
ada konsepsi menjadi korpus luteum menstruationum.
Apa bedanya
korpus luteum mentruatuionum dan korpus luteum graviditatum???
- Korpus luteum mentruationum
Masa hidup ± 8 hari, setelah itu terjadi degenerasi
dan menjadi korpus albikans yang berwarna putih. Dengan terbentuknya korpus
albikans maka pembentukan hormon estrogen dan progesteron mulai berkurang
malahan berhenti sama sekali hal ini mengakibatkan ischemia dan necrose
endometrium yang kemudian disusul dengan menstruasi.
- Korpus luteum graviditatum
Bila terjadi konsepsi, sel telur yang telah dibuahi
tersebut berjalan ke kavum uteri dan sesampainya di dalam kavum uteri
menanamkan diri di dalam endometrium atau biasa kita kenal dengan nidasi. Sel telur
yang telah dibuahi (zygot) mengeluarkan hormon-hormon sehingga korpus albikans
tetap tumbuh menjadi lebih besar dan disebut korpus luteum graviditatum yang
tetap hidup sampai bulan ke-4 kehamilan, setelah itu faalnya digantikan oleh
plasenta. Karena korpus luteum tidak mati, maka progesteron dan estrogen terus
terbentuk, dengan demikian endometrium tidak nekrosis tetapi malah tumbuh
menjadi tebal dan berubah menjadi decidua. Hal inilah yang menyebbakan seorang
wanita tidak haid selama kehamilan berlangsung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar